Rabu, 29 Mei 2013

Simulasi Komputer

This is my first posting on my blog..
Laura Suzana Helena 112100181

Akhirnya bikin blog ilmiah broh! biar kata blog ini adalah sentuhan yang saya ciptakan akibat adanya kuis ke tiga mata kuliah simulasi komputer pada malam hari ini.. hem. Semoga berkembang ke depannya.

Berikut beberapa bagian seputar simulasi komputer yang mau saya jelasin sedikit :

1. Model building
            Ininih sesuai judul, mungkin namanya sebenernya "membangun model".. (hasil asumsi sendiri semoga ajah bener yah). Yah.. namanya simulasi komputer, maksudnya simulasi menggunakan komputer. Ada software pembuatan simulasi yang disebut Promodel atau Service Model (sekali lagi kita harus pinter-pinter baca judul, kalo serpis model itu simulasi untuk usaha JASA, kalau promodel untuk pabrik jadi ada mesin, operator, barang dan lainnya segala macamnya yang biasa ada di pabrik). Kita tuh lebih mudah untuk mempelajari dan meneliti sesuatu menggunakan sebuah simulasi sedaripada menggunakan kenyataan, karena dunia nyata membutuhkan biaya besar, waktu banyak, sangat kompleks untuk dibuat, bisa aja mengganggu dunia nyata, dll. Misal yang gampang, simulasi kebakaran, kalau kita mau belajar mengenai penyelamatan diri saat terjadi kebakaran, masa iya kita harus membakar rumah satu dusun dulu supaya kita tau apa yang akan kita lakukan saat terjadi kebakaran? Jadi butuh sebuah perwakilan dunia nyata yang disebut simulasi atau model. gitu broohh..
             Nahhh. sekarang gimana sih caranya membangun model?

         Intip-intip dari beberapa blog temen-temen saya yang udah dibuat sebelumnya menjelang kuis *ups*, model building adalah sebuah pembangunan dari konseptual model (bentuk model yang udah kita rencanakan) menjadi sebuah model simulasi beneran. Nih maksudnya konseptual model tuh seperti ini : Misal pada model untuk pabrik, yang pertama harus kita cari, hitung atau rencanakan adalah elemen apa saja yang terkandung di dalam sebuah model yang akan kita buat, adalah seperti location yang adalah work stations, jadi barang/bahan baku yang kita butuhkan tuh diproses dalam work station - work station ini hingga jadi produk jadi. Entah bahan baku dipotong, di aduk atau bahkan di warnain. Misalnya dipotong pada sebuah mesin gergaji potong, berarti mesin gergaji tadi merupakan work station. Lalu kemudian ada yang disebut Entities. Apa itu? entities merupakan barang/material yang terkena dampak  dari pemrosesan. Misal kayu yang tadi dipotong, kain, benang yang dirajut, baju yang dikerdusin dipaketin, komponen utama mesin yang kemudian di rakit, dan lain sebagainya. Dan lainnya ada juga Resource dan PathsResource sendiri bahasa indonesianya adalah tenaga kerja broh. Jadi bisa diartikan seperti operator, cleaning sevice, tukang cuci rambut, koki, tukang cukur, tukang cuci baju, mobil pick up untuk bawa barang, dan lain sebagainya. Juga Paths merupakan alur atau alir-an barang-barang tersebut mau di bawa kemana hubungannya. Mau masuk ke work station mana mereka? naik apa? apakah operator / forklift / forktruck / pallet jack / hands truck / crane dll. yang membawa mereka kesana?
          Selanjutnya ada juga yang lebih kompleks/lengkap. Disini biasanya terjadi pengukuran waktu, resource, mesin, dll. Sehingga nantinya kita bisa tau kalo terjadi kesalahan atau kekurang optimalan hasil produksi, salahnya dimana aja? Dalam pembuatan model seperti pada pabrik misalnya ya, entity arrivals berisikan berapa waktu kedatangan barang/bahan baku, jadi waktu dimana barang/bahan baku awal (bahan baku yang masih murni belum kena proses di dalam pabrik tsb.) tersebut datang ke conveyor atau paths di tempat mereka datang, waktu ini di inputkan bisa dalam menit, detik atau distribusi baik normal, uniform, exponential, dll. Ada juga routing (pe-rute-an), entity and resource movement, resource schedulling, downtime and repair of machines (waktu dimana mesin rusak dan diperbaiki), dan masih banyak lagi yang silahkan pembaca cari di google ya.

Ini mungkin merupakan sebuah sumber berupa modul/langkah-langkah yang dapat membantu :
http://www.scribd.com/doc/48495313/MODUL-PROMODEL

2. Analysis Output
          Untuk yang satu ini maksudnya adalah menganalisis hasil dari model yang udah kita jadikan simulasi. Berikutnya formal aja ya karena sudah malam, biar cepat selesai semua dan anda-anda sekalian cepat mengertinya. Analysis Output, misal seperti apakah hasil produksi pada model simulasi udah sesuai yang kita inginkan atau kurang baik atau bahkan lebih baik. Sehingga jika terjadi kekurangan kita dapat mencari cara agar dapat menjadi optimal, efektif dan efisien pada langkah optimalisasi. Disini kita hanya menganalisisnya saja. Misal jika terjadi kekurangan produksi, apakah ada mesin yang kurang, operator kurang, atau kesalahan rute, dan lain sebagainya. Atau jika terjadi kelebihan biaya yang merugikan perusahaan, apakah karena kecepatan produksi terlalu lambat atau terlalu cepat atau lain sebagainya. Dari analisis ini dilakukan pula perbandingan dari sistem lainnya.

3. Verifikasi dan Validasi

Disini terjadi penentuan apakah model yang kita buat valid setelah diverifikasi.

            Verifikasi adalah proses pemeriksaan apakah logika operasional model (program komputer) sesuai dengan logika diagram alur. Kalimat sederhananya, apakah ada kesalahan dalam program? (Hoover dan Perry, 1989); verifikasi adalah pemeriksaan apakah program komputer simulasi berjalan sesuai dengan yang diinginkan, dengan pemeriksaan program komputer. Verifikasi memeriksa penerjemahan model simulasi konseptual (diagram alur dan asumsi) ke dalam bahasa pemrograman secara benar (Law dan Kelton, 1991) 


             Sementara Validasi adalah proses penentuan apakah model, sebagai konseptualisasi atau abstraksi, merupakan representasi berarti dan akurat dari sistem nyata? (Hoover dan Perry, 1989); validasi adalah penentuan apakah mode konseptual simulasi (sebagai tandingan program komputer) adalah representasi akurat dari sistem nyata yang sedang dimodelkan (Law dan Kelton, 1991).



4. Comparing System
          
            Membandingkan sistem model kita dengan sistem lainnya yang lebih baik pastinya atau yang memiliki standar sama agar kita dapat mencapai kata "optimal" pada model yang kita buat. Contohnya perbandingan antara sistem manufaktur pull dan push sejak kemunculan konsep just-in-time (JIT) production di Jepang. Kedua sistem ini dianggap bertolak belakang karena satu perbedaan mendasar yaitu bahwa sistem manufaktur  push membutuhkan ketersediaan inventori untuk mendukung kelancaran proses produksi, sedangkan sistem manufaktur pullmenghendaki ketiadaan inventori karena dipandang sebagai beban biaya. Toyota misalnya, yang sering diacu sebagai referensi sistem pull klasik, menerapkan sistem  pushpada proses pembuatan mobil berdasarkan analisis pasar dan penetapan target produksi. Tetapi pada proses perakitan di dalamnya diterapkan sistem pull untuk memastikan ketersediaan komponen-komponen subassembly. Sebaliknya pada sistem-sistem MRP tidak jarang pula terdapat mekanisme pull pada aliran informasi dalam prosesnya. Karena itu wajar jika pertanyaan “apakah sesungguhnya sistem manufaktur  push dan pull berbeda?” seringkali diajukan dalam berbagai penelitian. Mengingat variasi berbagai sistem manufaktur di dunia ini yang sangat beragam, jawaban yang lugas atas pertanyaan tersebut sulit diperoleh. Jika penerapan sistem pull kurang begitu berhasil tak jarang yang dianggap sebagai penyebabnya adalah pemahaman terhadap filosofi penerapan JIT yang lemah. Sementara itu pada implementasi sistem push yang berkinerja buruk, yang kerap dituding sebagai penyebab adalah masalah inventori. Namun perbandingan ini bukan sebuah contoh perbandingan model, melainkan perbandingan sistem di dunia nyata. Kisah ini sama halnya dengan perbandingan model. Kira-kira seperti ini sampai kita mendapati konsep-konsep agar model kita menjadi optimum. Bisa saja model kita menjadi optimum dengan konsep penggabungan sistem model kita dengan sistem model yang sudah ada, atau peniruan pada konsep yang sudah ada.

Sumber :
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCwQFjAA&url=http%3A%2F%2Fcitation.itb.ac.id%2Fciteseerx%2Fviewdoc%2Fdownload%3Bjsessionid%3D1245ACC373DBD5113AA4AA585EA8A00F%3Fdoi%3D1.1.1.1.532%26rep%3Drep1%26type%3Dpdf&ei=KhWmUc7RKOuWiQeR0ICAAQ&usg=AFQjCNFuOBFJxcx7DD3A9qD2An82oFF0CA&sig2=BFOogKjY7sreoPk2UoM8SQ&bvm=bv.47008514,d.aGc

5. Simulation Optimallization
           

Simulasi Optimasi menyediakan solusi untuk masalah praktis yang penting sebelumnya di luar jangkauan. Makalah ini membahas bagaimana pendekatan baru secara signifikan memperluas kekuatan Simulasi Optimasi untuk mengelola risiko. Kemajuan terbaru dalam teknologi Optimasi Simulasi yang mengarah ke peluang baru untuk memecahkan masalah lebih efektif. Secara khusus, dalam aplikasi yang melibatkan risiko dan ketidakpastian, Simulasi Optimasi melampaui kemampuan metode optimasi lainnya, tidak hanya dalam kualitas solusi, tetapi juga dalam interpretability dan kepraktisan mereka. Dalam tulisan ini, kami menunjukkan keuntungan menggunakan pendekatan Optimasi Simulasi untuk mengatasi keputusan berisiko, dengan menampilkan metodologi pada dua aplikasi populer dari bidang keuangan dan desain proses bisnis.


Penutup

Demikian sepintas perjalanan membaca kita di blog saya yang sangat amat ilmiah ini, kita akhiri dulu malam ini oleh saya dengan mengucapkan kata terimakasih yang sebesarnya kepada pembaca yang menyediakan waktu untuk membaca. Semoga blog saya dapat menghibur dan mencerdaskan anak - anak manusia khususnya mahasiswa Teknik Industri semester 1 & 2 yang mendapat sedikit pencerahan mengenai ranah dunia Teknik Industri yang malang melintang tentunya di bidang industri, bukan hanya industri telekomunikasi. Namun ada kalanya semua perusahaan pasti berhubungan dengan produk dan industri baik barang maupun jasa, jangan disesali sekali lagi jika sudah masuk ke jurang ini. Tetap semangat menghadapi hari-hari! Ganbatte!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar